21
May
08

Kisah Penutup Lembar Kehidupan

Sore ini saya mendengar dari seorang teman baik saya dua buah cerita kematian yang sama-sama mengerikan. Sebuah kecelakaan terjadi di perempatan, dekat dengan lampu merah. Seorang lelaki mengendarai sepeda motor, tanpa mengenakan helm pengaman menerobos lampu merah tanda berhenti. Tanpa disadari, ada sebuah truk tronton yang sedang melaju dan menabraknya, tepat di bagian kepalanya ia terlindas. Orang itupun meninggal di tempat kejadian. Cerita yang satu lagi adalah cerita tentang kematian dua orang temannya. Seorang laki-laki dan perempuan yang menjadi pasangan diluar jalur pernikahan. Saat itu, waktu bulan puasa, setelah ada acara buka puasa bersama dengan teman-temannya, si lelaki mengantarkan kekasihnya pulang, Dalam perjalanan itulah, mereka bertemu dengan titik akhir hidupnya. Tertabrak kendaraan besar di jalan raya. Si lelaki meninggal di lokasi, sementara yang perempuan dijemput Izrail di rumah sakit beberapa saat setelah tiba disana.

Sungguh, kematian tidak bisa diprediksi waktu kedatangannya. Sekiranya pengendara motor itu tahu hidupnya akan berakhir dengan tragis, tentunya dia tidak akan nekat menerjang lampu merah, dia akan berhenti. Begitu pula dengan sepasang anak muda itu. Pastinya mereka berdua tidak ingin hidupnya berahir secara mengenaskan. Barangkali, bagi sebagian besar orang, kedua peristiwa itu adalah fenomena alamiah yang biasa terjadi di berbagai belahan bumi, sangat-sangat biasa. Padahal, bisa saja tidak lama kemudian, mereka akan sampai ke titik kematian.

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat banyak pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada Allah. Bagaimana tidak, karena kematian adalah hal yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa. Akhir hidup setiap makhluk telah ditentukan, tidak bisa dimajukan atau diundur, dan makhluk tidak pernah mengetahui kapan terjadinya. Oleh karena itu, setiap kita musti selalu waspada, jangan-jangan maut telah ada di hadapan. Agar kita selalu meniti jalan ketaatan dan sekuat tenaga menghindari kemaksiatan. Sehingga usia kita ditutup dengan lembaran kebaikan. ‘Ya Allah, jadikan umur terbaik hamba di penghujungnya, jadikan amal terbaik hamba di penutupnya, jadikan hari-hari terbaik hamba saat bertemu denganMu.”


0 Responses to “Kisah Penutup Lembar Kehidupan”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply