24
May
08

CinTa terToLak, setan terdepak

Saat keinginan untuk memiliki dia yang mempesona berujung pada makna tidak, seketika dadapun terasa sesak. Hati ingin berontak, mengapa rasa yang tengah berada di puncak seketika terhempas. Ada kekecewaan ala manusia. Ada tangisan terpendam. Dunia serasa terliputi warna kelam, pekat. Pikiran seolah beku, sekeping harap itu terhempas, terkoyak menjadi serpih kepedihan.
Mungkin ada rasa malu terselip diantara keberanian yang tebal berlipat. Mungkin juga emosi itu menjelma menjadi rasa tidak berdaya makhluk tidak bermakna. Barangkali harga diri seakan runtuh. Namun, adakah terbersit di jiwa, jika kegagalan yang menyakitkan itu adalah sebuah anugerah? Nikmat agar diri tetap terjaga. Agar diri tidak salah melangkah di jalan yang berujung pada jurang kenistaan. Karena sudah ada disana peringatan. Karena apapun kata cinta dua insan berlain jenis yang terekspresi di luar bingkai surga pernikahan adalah kekejian. Bersyukurlah, Allah menjaga kehormatan dirimu. Karena tidak pantas manusia menghambakan diri kepada sesamanya.
Lihatlah, jika kesadaran ini terpatri di hati, maka tidak perlu menulis lirik begini: ‘jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak mengulang untuk meminta’, atau ‘kauhancurkan aku dengan cintamu, tak sadarkah kau telah menyakitiku? Cinta ini membunuhku…’ tidak, tidak perlu kecewa atau hancur. Sungguh, jika Allah dicintai, tidak akan ada tangan yang bertepuk hanya sebelah. Put the love of Allah on top, there would never be story of broken heart.


0 Responses to “CinTa terToLak, setan terdepak”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply