LAYU. Segala rasa itu mekar sesaat. Seiring berlalunya waktu
AIR. Kini telah menjadi uap. Karena diri ini bukan milikku.
Pada yang menguasainya hati ini ingin selalu bertaut.
Jiwa. Pada yang membisikkan kebaikan ia kan bersandar.
Akal. Akan selalu mencari kebenaran.
Jasad. Tak mampu mengangkangi nurani.
Jiwa yang berkelana. Mencari pusat dari segalanya.
Pilu. Bukan inginku membuatmu lesu.
Saat mata hati terbuka, bening menyapa.
Kebenaran itu lebih aku bela
Dan kau terpaku.
Yakin. Engkau belum beku.
Masih ada matahari di hatimu.
Lelah. Mungkin ini yang belum kau tahu.
Engkau bisa berjalan tanpaku.
Sepi. Biarkan logika bekerja.
Angkara. Lenyapkan dari taman hatimu.
Bebas. Di hatiku tidak ada tawanan.
Pulang. Kembali ke ruang bertabur malaikat
Lari. Tak sempat untuk berjalan.
Hingga jiwa terlepas.
Dan aku tak akan berhenti
24
May
08
0 Responses to “Retakan Asa”