07
May
08

CaTatan TerakHir (thufail al ghifary)

Terjagalah dari segala maksiat, dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat; Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri;
Ini bukan cerita Cinderella, bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya; tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur; dinyatakan dalam ketulusan dan mutiara ketakwaan yang sangat mendalam; bersemi dari pupuk akhlak yang hebat, berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat;
Tidak!! Ini tak akan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta, yang buta oleh warna warni dunia yang fana; ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya; Keteladanan abadi dalam harum kasturi dan buah ibadah, dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah, untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan, dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta; karena bukan apa siapa dan bagaimana, tapi luruskanlah dalam wangi surga, karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta..

Hingga rambut kita memutih
Hingga ajal kan datang menjemput diri ini

Inilah cinta sejati; cinta yang tak perlu engkau tunggu, tapi dia tumbuh bersama do’a malam yang teduh;
Tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu; petunjuk yang selalu datang dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat, tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju; tak akan habis oleh waktu; Karena kecantikannya tersimpan di hati dalam pesona yang selalu menjaga jiwa; yang menjadikan dunia menjadi surga sebelum surga yang sebenarnya; yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya;
Seperti sungai yang mengalir, bening airnya pun selalu artikan keseimbangan syair; yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan, untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan dan kelebihan sebagai kekuatan; lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan, dalam ruang kesolehan dan kasih sayang, bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra, dakwah dan jihad. Tercatat dalam untaian rahmat, berakhir dalam catatan terakhir yang mulia, digariskan hanya oleh ketetapan Allah subhanahu wata’ala.


1 Response to “CaTatan TerakHir (thufail al ghifary)”



Comments are currently closed.

%d bloggers like this: