22
May
08

TERIMALAH ALLAH DALAM HIDUPMU

Ini adalah pesan kedamaian, pesan keselamatan. Ini adalah pesan mengenai pembebasan dari perbudakan pada materi duniawi yang terus mengguncang jiwa dengan kekhawatiran dan kesedihan. Ini adalah pesan dari Zat satu-satunya yang mengendalikan segala sesuatu, Dia memanggilmu, wahai manusia, menghambalah engkau padaNYA.

Serahkanlah dirimu kepadaNYA dan tenanglah. Buatlah semboyan hidupmu adalah ‘La ilaha illa Allah’ (tidak ada tuhan melainkan Allah). Dengan semboyan ini, engkau merasakan kapasitasmu sebagai makhluk yang diberi kemampuan terbatas. Engkau merasakan segala yang ada di alam raya ini adalah milikNYA dan apapun yang Dia inginkan akan terjadi dengan cara dan waktu yang Dia kehendaki. Engkau merasakan dirimu diciptakanNYA dengan cara sesuai kehendakNYA:

(Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana) (Ali Imran 3:6)

Disamping kekuatanNYA yang tiada batas untuk berbuat apa saja sesuai kehendakNYA, engkau memperhatikan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, menciptakanmu dan semua yang engkau lihat di sekelilingmu dengan keindahan.

(Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepadaNYA tempat kembali) (At-Taghabun 64:3)

(Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih) (Al-Mulk 67:3-4)

Sesuai dengan keekuasaanNYA, ketidaknormalan adalah adalah suatu hukum yang jarang, semenjak penciptaan langit dan bumi serta penciptaan Adam sampai pada saat ini, tidak ada ketidakteraturan dalam pola penciptaan dan berapapun sedikit jumlah ketidaknormalan yang kita saksikan adalah juga bagian dari kebijaksanaanNYA. Tidak pernah Allah membahayakan manusia dengan peraturanNYA. Bandingkan dengan mobil-mobil yang melaju di jalan raya jika mereka melebihi kecepatan normal, berapa banyak kecelakaan yang akan terjadi setiap hari? Sungguh, ampunan Allah mendahului kemurkaanNYA.

(Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)) (Asy-Syura 42:30)

Pengakuanmu terhadap kekuasaan Allah adalah pengakuanmu pula terhadap keterbatasan dirimu sebagai manusia. Dengan mengucapkan “la ilaha illa Allah”, sesungguhnya engkau menyerahkan kekuatanmu yang terbatas kepada kekuatan yang tiada batas, engkau menghambakan keinginanmu kepadaNYA. Inilah Islam. Di lain sisi, pengakuan ini tidak pernah bisa murni tanpa diiringi cinta, karena keimanan tanpa cinta akan mati. Apabila engkau tidak mencintaiNYA, engkau tidak akan pernah memurnikan ketaatanmu kepadaNYA. Ini berbeda dengan orang munafik yang sulit membedakan antara cinta yang asli dengan yang palsu. Dengan kemahakuasaan Allah, semua menjadi jelas, sehingga ketika engkau berbicara mengenai derajat cinta tertinggi, engkau membicarakan sesuatu yang tidak ternoda oleh kemunafikan atau kebohongan. Sehingga syahadat yang benar dan murni dalam Islam adalah syahadat yang dibungkus dengan cinta: kecintaan kepada Allah yang sungguh, merupakan cinta yang kokoh. Cinta ini akan membuatmu lebih mudah menjalankan perintahNYA dengan sepenuh ketaatan.

(Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang) (Ali-Imran 3:31).

Engkau secara spontan mengucapkan “Muhammad Rasul Allah” (Muhammad adalah utusan Allah) yang merupakan bagian kedua syahadat dalam Islam. Setelah itu, sedikit demi sedikit engkau akan menemukan dirimu berada diatas jalan spiritual yang halus, hubungan dengan Allah yang telah engkau kembangkan akan menuntun hatimu dengan cahaya yang mengusir kegalapan. Kalimat “la ilaha illa Allah” akan menggema dalam seluruh aktivitasmu, apa saja yang engkau lihat dan engkau dengar. Begitulah, kalimat itu akan berkembang menjadi pengakuan dalam hatimu yang terdalam, meyakinkanmu bahwa melalui perintah dan kehendakNYA segalanya terjadi. Pengakuan itu adalah iman yang berada dalam hatimu. Oleh karenanya perilakumu akan sesuai dengan iman itu. Itu berarti bahwa engkau telah menerima Allah dalam hidupmu.

Kontribusi dari Kamal Badris, Kepala Editor Islam Online.


0 Responses to “TERIMALAH ALLAH DALAM HIDUPMU”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: