20
Jul
08

Al-Aqsa: Kenangan geLap

Tinggal menghitung mundur beberapa hari lagi dan sampailah kita pada tanggal 27 Rajab, satu hari bersejarah. Yup, enggak salah kalau masih ingat di tanggal itu, 14 abad silam manusia paling mulia sepanjang zaman menembus ruang dan waktu, menghadap Allah dan menerima perintah sholat lima waktu.

Isra’ Mi’raj. Tiap tahun di negeri ini ramai diperingati. Dari pelosok desa sampai pejabat kelas presiden tak akan ketinggalan. Alhamdulillah, umat ini banyak yang sadar akan peristiwa bersejarah ini. Yang jarang nongol di masjid jadi datang ke acara special buat menghadiri pengajian Atau event lain yang digelar buat menyambutnya. Juga tv yang menayangkan liputan live acara peringatan Isra’ Mi’raj. Input ilmu pun bertambah.

Selalu diulang dan diulang, Isra’ mi’raj adalah perjalanan Muhammad saw ditemani Jibril as, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan ke sidratil muntaha (langit tertinggi). Sudah akrab banget di telinga kita ayat2 pertama surat Al-Isra’ dibacakan dalam pengajian Isra’ Mi’raj. Namun, dilain sisi banyak orang yang tidak peduli, bahkan tidak mengerti kondisi masjid Al-Aqsa sekarang.

Paling sebal kalo aku denger ada muslim yang masih ngotot mengatakan konflik Palestina yang tiada berujung itu cuma urusan orang Palestin sendiri. Apa mereka tidak tau kalo sebagian besar penduduk Palestin itu adalah muslim, yang jika mereka mau taat pada ajaran Muhammad saw, berarti mereka adalah saudara sendiri? Meskipun berbeda ras atau bangsa, jauh letaknya, tapi aqidah Islam ini telah menyatukan mereka dan kita dalam satu persaudaan Islam. Bersaudara itu ibarat satu tubuh. Kalo kaki kita bengkak atau terluka, pasti akan kesulitan untuk berjalan. Apalagi kalau organ lebih vital yang sakit, pasti derita itu makin terasa.

Palestin, yang sebagiannya telah dirampas Yahudi dan dijadikan Negara Israel, ibarat organ vital dalam tubuh kita. Palestin menempati posisi istimewa di hati umat Islam. Pertama, karena Palestin adalah bumi para nabi. Sebagian besar nabi berasal dan diutus Allah untuk berdakwah di Palestina. Kedua, Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam sebelum Allah memerintahkan Rasulullah untuk sholat menghadab ke Ka’bah di Makkah. Ketiga, Al-Aqsa adalah tempat Rasulullah “transit’ sebelum Mi’raj ke langit. Al-Aqsa adalah masjid paling suci nomor tiga di muka bumi setelah Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Untuk berkunjung ke tiga masjid istimewa itu dinyatakan oleh Rasulullah: highly recommended. Makkah dan Madinah, katakanlah, mudah untuk dikunjungi, tapi Al-Quds atau Jerusalem, tempat Al-Aqsa berada, jika dengan alasan keamanan, siapa yang bersedia datang kesana? Nyawa menjadi taruhan. Kecuali jika mau bersekutu dan menjadi brudak Israel.

Palestin dengan Al-Aqsanya tentu saja bukan sekedar masalah lokal atau urusan orang2 Arab. Palestin adalah masalah kita bersama selaku umat Islam. Al-Aqsa memang akan diruntuhkan Israel, kemudian dibangun kuil Sulaiman diatasnya untuk menyambut King of Zion versi mereka, alias Al-Masih Dajjal dalam ajaran Islam. Just remember, kalo Israel akan selalu melebarkan wilayah negaranya dan sekuat tenaga menguasai dunia. Mereka ingin memerintah dunia dengan didahului pengambilalihan kekuasaan dengan cara cerdik tapi licik penuh genangan darah. Bohong besar kalo Israel meembuat proposal perundingan untuk mencapai kesepakatan dengan para pemimpin Arab untuk berdamai. Mereka dari balik layar terbahak2 (sampai kesakitan perutnya mungkin) tiap kali melihat para pemimpin Arab berdatangan ke ‘perundingan2 damai’ yang mereka prakarsai. Karena selamanya Israel dengan keyahudiannya (yang sudah belepotan ajaran okultisme kabal) akan menjadi musuh umat Islam hingga akhir zaman. Mereka tidak menganggap non yahudi alias goyim a.k.a gentiles sebagai manusia alias binatang, walaupun bentuk dan susunan tubuhnya enggak beda dengan mereka. Jadi, aku, engkau, kita2 yang enggak ada unsur Yahudi sama sekali ini enggak lebih dari sekelompok anjing yang harus dijadikan budak atau dieliminasi.(1) Mau dibegitukan? Jika belum sadar juga, aku hanya bisa bilang: kasihann!! Karena umat Islam ini yang akan dijanjikan kemenangan oleh Allah, yang memberi kita udara untuk bernafas, yang menempatkan kita di planet bernama bumi, juga yang akan meminta pertanggungjawaban kita di pengadilan akhirat kelak. Cukuplah moment Isra’ Mi’raj ini menjadi alarm untuk bangun dari tidur panjang kita.

(1) www.missionislam.com/nwo/talmud.htm


0 Responses to “Al-Aqsa: Kenangan geLap”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: