Archive for the 'the oTher sIde oF me' Category

20
Jul
08

Titel yang terpinggirkan

Dalam satu sisi dunia yang terbelah..

Melayang diantara mimpi dan kenyataan

Seperti puffin yang mencoba mengangkasa

Terbang dengan sayap sebelah

Tertabrak awan dan meluncur ke bumi Continue reading ‘Titel yang terpinggirkan’

20
Jul
08

Cerita Ayah

Sebelum kami tidur ayah…

Dulu ada padang dan lembah subur, menghijau permukaannya tertutup rumput dan barisan pohon2 berkayu tinggi menjulang. Belukar menjadi tempat kesenangan herbivore memungut daun2 segar..mengundang kambing-kambing yang kelaparan. What a sight! Tetesan liur pemangsa pun bercucuran. Harimau belang mendekat, mengintai dan siap menubruk dan memamah diantara kambing yang lemah. Insting tanda bahaya membisiki mereka tuk lari menyelamatkan diri. Continue reading ‘Cerita Ayah’

21
Jun
08

Apa yang bisa kulakukan untuk islam?

Karena kuyakin Islam adalah karunia Allah yang terbesar bagi alam raya seisinya. Dengannya, dunia akan makmur, karena Islam membawa setiap hal yang sesuai dengan fitrah setiap makhluk, baik yang mati maupun bernyawa. Islam memiliki satu sumber. Kehidupan di alam semesta ini berasal dari sumber yang sama. Sumber segala sesuatu itu adalah sama. Ia adalah satu, Allah Yang Maha Tinggi. Tidak ada sesuatu yang menyerupai, apalagi menyaingiNya. Untuk itu, Ia Yang Maha kuasa menurunkan undang-undang untuk mengatur seluruh ciptaanNya. Manusia, dengan kehendakNya, telah dimuliakan untuk memanggul tanggung jawab terbesar dan utama, amanah untuk mengelola bumi seisinya. Amanah yang telah ditawarkan kepada gunung, tapi mereka menolak.mandat yang ditawarkan kepada bumi, namun bumipun tidak menyanggupi. Betapa berat amanah ini. Dan manusia yang tidak sehebat bumi, tidak sekokoh gununung, berani menerimanya. Sungguh, betapa ceroboh dan sombongnya manusia. Tapi Allah memang Maha Adil. Manusia tidak begitu saja dilepas tanpa dibekali perangkat untuk melaksanakan tugas beratnya di bumi. Allah memberi manusia akal. Allah menganugerahi fisik yang sempurna bagi manusia. Allah menganugerahi hati nurani. Semua itu adah pemberian paling berharga.

Continue reading ‘Apa yang bisa kulakukan untuk islam?’

04
Jun
08

EARTH TRAVELLER

WAIT. I’m running to grab your soul. I’m sure you’re running to get inside me. Like soldiers at the same front, I know you, you know me. We’re getting closer. In that park we’ll take a rose. Let the feeling melt away. For the time we can’t take. For the joy we leave behind. For the profane we never care. Let them go and fade away. We’re running, faster and faster. Stronger and wiser. For the energy that repackaged. For the love that been united.

Continue reading ‘EARTH TRAVELLER’

04
Jun
08

Kepadamu sahabat:

tentang sebongkah rasa bernama cinta

Maha Agung Allah yang telah mempertemukan kita

Mengikat hati-hati kita dalam taman persaudaraan

Disana bunga-bunga cinta bermekaran

Wanginya terbawa angina ke sudut-sudut dunia

Mengundang manusia memasuki pintunya Continue reading ‘Kepadamu sahabat:’

24
May
08

Retakan Asa

LAYU. Segala rasa itu mekar sesaat. Seiring berlalunya waktu
AIR. Kini telah menjadi uap. Karena diri ini bukan milikku.
Pada yang menguasainya hati ini ingin selalu bertaut.
Jiwa. Pada yang membisikkan kebaikan ia kan bersandar.
Akal. Akan selalu mencari kebenaran.
Jasad. Tak mampu mengangkangi nurani.
Jiwa yang berkelana. Mencari pusat dari segalanya.
Pilu. Continue reading ‘Retakan Asa’

24
May
08

BLT… relevankah?

Hari ini, tepat jam sembilan pagi pemerintah mulai membuka pos-pos BLT untuk menyalurkan uang tunai itu pada masyarakat yang digolongkan kaum miskin. Duh, sudah hampir enggak bisa berkata-kata lagi, Sudah banyak tulisan yang membahas masalah ini, kenaikan BBM dan pemberian BLT, yang ditolak kelompok mayoritas, lengkap dengan analisis dan argumennya. Namun, pemerintah yang hanya mewakili segelintir orang tetap nekat menaikkan harga plus menyogok rakyatnya sendiri dengan uang.
Cobalah amati kondisi tiga tahun lalu, saat BBM dinaikkan dan masyarakat diberi bantuan uang oleh pemerintah, lalu bandingkan dengan keadaan sekarang. Dulu, tanpa perlu melihat data BPS pun, di sekelilingku orang-orang jalanan masih berseliweran, rumah-rumah kumuh bertebaran, aksi kekerasan, bunuh diri, memenuhi pemberitaan media. Kini, kondisi itu, belum berubah. Bahkan, kurasa makin parah. Lalu, apa manfaat signifikan dari pemberian bantuan dari pemerintah itu. Jika program itu efektif, tentunya jumlah warga miskin yang perlu memperoleh BLT akan berkurang. Jika dirasa gagal, kenapa musti diulangi? Kurasa sistemlah yang harus diperbaiki. Bukan sekedar ganti kepemimpinan dengan menerapkan kebijakan seperti para pendahulunya. Duh, tidakkah mereka pernah membayangkan jawaban apa yang akan mereka berikan saat Tuhan kelak menanyakan penggunaan wewenangnya sebagai penguasa??