Posts Tagged ‘cinta

04
Jun
08

Kepadamu sahabat:

tentang sebongkah rasa bernama cinta

Maha Agung Allah yang telah mempertemukan kita

Mengikat hati-hati kita dalam taman persaudaraan

Disana bunga-bunga cinta bermekaran

Wanginya terbawa angina ke sudut-sudut dunia

Mengundang manusia memasuki pintunya Continue reading ‘Kepadamu sahabat:’

Advertisements
24
May
08

CinTa terToLak, setan terdepak

Saat keinginan untuk memiliki dia yang mempesona berujung pada makna tidak, seketika dadapun terasa sesak. Hati ingin berontak, mengapa rasa yang tengah berada di puncak seketika terhempas. Ada kekecewaan ala manusia. Ada tangisan terpendam. Dunia serasa terliputi warna kelam, pekat. Pikiran seolah beku, sekeping harap itu terhempas, terkoyak menjadi serpih kepedihan.
Mungkin ada rasa malu terselip diantara keberanian yang tebal berlipat. Mungkin juga emosi itu menjelma menjadi rasa tidak berdaya makhluk tidak bermakna. Barangkali harga diri seakan runtuh. Continue reading ‘CinTa terToLak, setan terdepak’

22
May
08

KAU DAN AKU

Dan raguku pun bertahan; tegak menghempas hujan

Disini ada kabut merah; ada bara dalam pekat asap

Ingin ku berlari, jauh; meninggalkanmu tercabik rindu

Jernihkan air diatas endapan pasir; cinta, akankah terkubur mati

Ataukah berlagak seperti murai dalam sangkar;

Yang inginkan bebas meski tiada celah keluar

Dan rasa itu belum mampu kutebas; dalam ragu ku terdiam

Sesaat ku berontak; dalam kata terselip perlawanan Continue reading ‘KAU DAN AKU’

13
May
08

tHe fastest beat

LOVE IS HANGING IN THE SKY OF YOUR SOUL
NEVER LET IT DOWN TO THOSE WHO HAVE NO RIGHT
GIVE IT ALL PURELY TO THE CREATOR
THE RULER OF EVERY CELL IN YOUR BONES
YOU CAN LOVE EVERYONE THEN
PUT SO MUCH LOVE, MULTIPLIED IN YOUR HEART
NO WONDER SINCE YOU ARE AWARE OF THE LOVE ONE Continue reading ‘tHe fastest beat’

07
May
08

CaTatan TerakHir (thufail al ghifary)

Terjagalah dari segala maksiat, dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat; Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri;
Ini bukan cerita Cinderella, bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya; tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur; dinyatakan dalam ketulusan dan mutiara ketakwaan yang sangat mendalam; bersemi dari pupuk akhlak yang hebat, berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat;
Tidak!! Ini tak akan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta, yang buta oleh warna warni dunia yang fana; ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya; Keteladanan abadi dalam harum kasturi dan buah ibadah, dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah, untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan, dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta; karena bukan apa siapa dan bagaimana, tapi luruskanlah dalam wangi surga, karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta.. Continue reading ‘CaTatan TerakHir (thufail al ghifary)’

16
Apr
08

Boleh Cinta, Jangan Cinta Buta

Oleh: Muhammad Nuh

dakwatuna.com – “Seseorang sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan setia.” (HR. Ahmad)

Maha Agung Allah yang telah menganugerahkan jiwa-jiwa persaudaraan buat seorang mukmin. Ada kebahagiaan tersendiri ketika hidup dengan banyak teman dan saudara seiman. Mungkin, itulah di antara bentuk keberkahan.

Namun, tidak semua pertemanan berujung kebaikan. Perlu kiat tersendiri agar niat baik pun menghasilkan yang baik.

Mengenali teman dengan baik

Islam adalah agama yang santun. Seperti itulah ketika Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mendahului salam. Mendahului salam sangat dianjurkan Rasulullah saw., kepada yang kita kenal atau belum: “…berilah salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari salam inilah hal pertama yang bisa didapat dari calon teman adalah muslimkah dia. Paling tidak, ada gambaran sejauh mana tingkat keislaman orang itu. Karena seorang muslim yang baik paham kewajiban menjawab salam.

Setelah saling berbalas salam, jalinan perkenalan dirangsang dengan mengenalkan diri si pemberi salam terlebih dahulu. Dari situlah tukar informasi diri berlangsung lancar. Dan senyum merupakan ungkapan tersendiri yang mensinyalkan rasa persaudaraan dan perdamaian. Rasulullah saw. bersabda, “Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan.” (HR. Muslim)

Namun, satu momen perkenalan itu jelas belum cukup. Continue reading ‘Boleh Cinta, Jangan Cinta Buta’